Pengucap Hidup Semesta

 Pengucap Hidup Semesta



☆# Sabda Alam = Pengucapan hidup semesta yg dpt menyebabkan keselamatan manusia & kelestarian lingkungan hidup dijagat raya.

"Kami akan memperlihatkan kpd mereka tanda tanda kebesaran Kami disegenap penjuru & pada diri mereka sendiri..."(QS.41 Fushilat 53). 


Meski  Sunan Kali Jaga telah tiada, namun kata & pesannya msh tetap aktual seakan baru kemarin beliau ucapkan "Memayu hayuning bawana". Ungkapan bernilai tinggi yg patut dikenang & diresapi, dihayati & diamalkan dlm kehidupan kita sehari hari. Memang'lah bahasa batin itu lebih menyejukan ketimbang bahasa tutur. 

Dari sabda alam itulah kita mengetahui wujud segi tiga sutra yg sdh dipraktekan lebih awal oleh Rosulullah SAW yaitu : Habluminallah, habluminannas wa habluminal alamin.

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam"(QS.21 Al-Anbiya 107). 


Kita akan meneropong sabda alam ini pada konteksnya. Informasi klasik ini sdh terselubung oleh masa silam & terjadi pada suatu zaman dlm keadaan yg berlainan dari sekarang. Sama sekali berbeda dngn keadaan yg kita kenal. Beliau menjelaskan ilmu hikmah (Laduni) & berhasil mengungkapkan pesan pesan logika wahyu illahi mengenai hubungan jalma luwih dngn alam semesta (Jalma luwih = Manusia sbg Al-Insan).

"Dia Allah memberikan hikmah kpd siapa yg dikehendaki-Nya dan barang siapa dianugerahi al hikmah itu, ia benar benar diberi karunia yg banyak. Dan tdk ada yg dapat mengambil pelajaran kecuali orang orang yg ber'akal"(QS.2 Al-Baqoroh 269).


Yang menjadi titik tekan penulisannya ialah "Nur kala kali dasa" sbg logika semesta & sang mikro kosmos siap memberi kabar & manfaat untuk kita 'LIVE' menjelajahi pranata sosial dlm kehidupan makhluk dibumi.


Diantara 20 (Kali dasa) sabda alam itu salasatunya ialah : Sebab akibat (Karma pala//Causalitas). Sapa nandur pasti ngundu, sapa gawe pasti duwe. Ngundu wohe panggawe.

"Barang siapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tdk akan dibalas melainkan sebanding dngn kejahatannya itu..."(QS.40 Al-Mukmin 40).

Jika alam dunia ini sebab, maka alam akhirnya ialah akibat. Mari kita membuat sebab sebab yg baik sehingga pada kehidupan kita selanjutnya, tdk terlalu banyak masalah.

Oleh sebab itu, janganlah nafsu jasmaniah menguasai hati & pikiran kita masing masing. Niscaya kita akan kehilangan pengelihatan yg terang "Carilah dirimu sendiri yaitu adamu" jika sdh bertemu, kita akan dapat melihat dngn jelas siapa diri kita yg sebenarnya (Man arofa nafsah faqod arofa Robbah//Barang siapa sdh mengenal dirinya maka ia telah mengenal Tuhan-Nya).


Mengapa kebanyakan dari kita 'Maaf' orang awam (Manusia sbg Al-Bashar) msh menggugat hidup yg bergetar diatas hukum semesta? bukankah kita sedang bertamu & menumpang hidup padanya? bukankah kehidupan ini pancaran kesetiaan, cinta kasih & harapan? itulah kunci sejati yg membuat kita selalu berlembut hati & tahu rasa terimakasih kpd ibu bumi. 


Inilah jalan lurus untuk mencapai tingkat kesadaran & kedewasaan. Jika kita menekuni, apalagi menghayati hakekat sabda alam ini, pikiran terang & perasaan kita juga menjadi tenang. Cakap & cukupnya, sikap manusia menjadi arif dlm segala hal. Dengan begitu, kita menjadi mengerti arti hari ini & kehadapan (Alam kenyataan & harapan). Bukankah setiap lisan yg terucap akan selalu mewakili pikirannya? bukankah setiap perbuatan yg terungkap juga  akan selalu mewakili perasaannya? oleh sebab sebab itu, mari kita berfikir dulu sebelum berucap & berbuat, bukan sebaliknya. 

Bukankah sang semesta akan selalu setia merekam dari setiap apa yg kita perbuat?


○Sura dira jaya ningrat lebur dening pangastuti.

Siswa semesta : YAYANG 

Bersambung.....(Jati diri majlis Sabda Alam).


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengucap Hidup Semesta"

Posting Komentar