Kesenian Berokan
Kesenian Berokan
Ada dugaan bahwa kata berokan berasal dari kata “barokahan” (keselamatan), namun tampaknya informasi tersebut hanyalah kirata (yang dalam bahasa Sunda berarti perkiraan namun tampak nyata), sebuah fenomena umum dalam penamaan bentuk kesenian rakyat, menurut catatan sejarah yang diwariskan secara turun temurun dikalangan seniman, bengberokan adalah warisan korongwelang atau Pangeran Mina.
peninggalan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, penguasa Laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu, namun ada juga cerita yang diwariskan di kalangan seniman berokan, bahwa berokan merupakan karya Mbah Kuwu Pangeran Cakkrabuana, ketika menyebarkan dakwah Islam di wilayah Galuh, sebagai wali, dengan menggunakan pertunjukan sebagai titik tumpunya, menyebarkan agama, dengan tujuan agar lebih mudah diterima oleh lingkungan budaya pada saat itu.
Seniman Berokan yang masih hidup hingga saat ini adalah kelompok Mang Darwan Cs yang berlokasi di Blok Pilangsari, Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang Indramayu. Berdasarkan hasil pengecatan, terdapat gambar perahu nelayan tanpa lambung. Maka untuk melengkapinya kami membuat perahu nelayan barong yang bagian sisinya terbuat dari kulit kambing dan badannya terbuat dari karung goni, bentuk baru ini diberi nama Rongrong Barong yang artinya rorong adalah tempat hidup (adanya) ikan.
Terakhir, Rongrong Barong digunakan untuk pertunjukan dalam proses pengembangannya, Rongrong Barong berganti nama menjadi Berok atau Berokan setelah melalui beberapa pertimbangan, akhirnya Raja Parikesit menemukan strategi untuk mengatasi permasalahan tersebut, oleh karena itu, putranya dipanggil dan bertugas membuat lukisan hutan beserta isinya, untuk dipasang di perbatasan kerajaan Amarta.
Strategi ini terbukti efektif mengelabui musuh sekali lagi Raja Parikesit memerintahkan putranya untuk melukis laut beserta isinya ketika Prabu Parikesit menjadi raja Amarta, negara berada di ambang kehancuran, dan kerusuhan keamanan serta wabah penyakit terus melanda, Prabu Parikesit tidak tahu bagaimana cara mengatasinya diketahui seni berokan bermula pada masa Prabu Pari Kesit menjadi raja Amarta.
0 Response to "Kesenian Berokan"
Posting Komentar