Whasila

Whasilah 



 Isi pengantar :

☆# Wal Asri....setiap hari jarum jam bergulir menuju putaran awal waktu. Alam raya ini sudah berputar kurang lebih sehari semalam & akan berakhir entah kapan (Gaib). Jika waktu itu pasti, mari aktivitas kehidupan kita ditunjukan kpd sesuatu yg pasti saja yakni melakukan sesuatu yg bermakna & bukan menguras waktu tanpa makna. Bukankah makna akan lebih berat timbangannya ketimbang seisi langit & bumi???.


Sejarah telah mengabadikan 24 jam dlm waktu siang & malam bahwa 'Setiap sejarah ada zamannya & setiap zaman pasti ada sejarahnya'. Pengetahuan & pengalaman memenej waktu itu hrs selalu didasari seberapa jauh manfaat yg bisa kita terima secara langsung. Baik untuk diri sendiri maupun untuk bersama sama. Karena Sabda Alam lengkap dngn hukumnya (Law of univers) diturunkan untuk menjawab semua masalah yg ada didunia. 

Maknanya, hasil laku spiritual hrs scr nyata dapat bermanfaat dlm kehidupan sehari hari dibumi (Aktual). Sejarah juga telah mengabadikan prilaku kehidupan manusia sejak menghuni bumi disetiap waktu & tempat yg berlainan dngn kondisi yg selalu berubah (Dinamis). Sehingga nampaklah semaraknya cerita sejarah manusia untuk mencari jalan keselamatan kepada Tuhannya dngn memasuki gua gua untuk bertahanut, memasuki hutan belantara untuk berkholwat, menaiki gunung gunung & tempat" yg mengandung vibrasi & energi keramat untuk hujlah & 'berdoa' dngn jalan washilah. 

Yang pasti, kita & siapaun tdk dapat lari dari catatan sejarah. 


Genap & lengkapnya, salasatu kunci yg diberikan Alqur'an untuk semua manusia itu ialah Washilah atau mencari jalan kpd Tuhannya "Wahai orang orang yg beriman bertakwalah kpd Allah dan carilah jalan (Whasilah) untuk mendekatkan diri kepada-Nya (Taqorub) dan berjuanglah dijalan-Nya agar kamu beruntung"(QS.5 Al-Maidah 35). 

Pesan washilah ini ditunjukan kpd para pengamal & penghayat ilmu batin dngn kesadaran luhur untuk senantiasa memperhatikan tanda tanda berupa gejala & kejadian, wangsit & ilham. 


Selanjutnya, marilah kita mendekati tujuannya saja yaitu melaksanakan agenda rutin thawasulan di petilasan maqam keramat para leluhur sholeh sbg investasi akal budi. Bukankah menjiarahi maqam keramat dpt menimbulkan kecintaan kita mendapatkan ridho Allah, sehingga siapapun yg berdoa melalui washilah-Nya akan mendapati syafaat & dan berkahnya. 

Panjang pendeknya, Gusti Allah mencintai orang" yg berbuat baik serta akan selalu dekat dngn wali wali/kekasih-Nya. Maka, jadikanlah kekasih-Nya itu sbg washilah kpd Allah ta'ala "Sambil mengambil apa yg diberikan Allah kpd mereka. Sesungguhnya mereka sewaktu masih hidup didunia adalah orang" yg berbuat baik & sedikit sekali tidur diwaktu malam"(QS.51 Adz-Dzariyat 16-17). 


Dalam format spiritual yg lebih besar, washilah adalah akses. Yaitu jalan untuk masuk kpd suatu tempat suci (Keramat) agar tujuan kita tercapai & orang" yg beriman diperintahkan untuk mencari washilah dngn tuntunan Al-Qur'an sbg petunjuknya. Washilah memiliki makna yg dalam & hrs dimengerti oleh orang" yg menghendaki jalan untuk 'Mengingat' dngn mendekatkan diri kepada-Nya (Taqorub). Yang demikian itu adalah sikap & kebiasaan hidup manusia yg bertauhid. Jelas, ini bukan subversi qlenik ! "Yaitu orang" yg mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dlm keadaan berbaring & mereka memikirkan penciptaan langit & bumi..."(QS.3 Ali Imron 191). 


Sejatinya, keutamaan mengunjungi (Silaturahim) dan menghormati jasa para leluhur soleh berarti menegakan aqidah. Apapun agama & kitab sucinya mengajarkan kpd setiap manusia untuk menghormati orang tua & para sepuh yg msh hidup & yg sdh wafat melalui kiriman doa doa suci yg semua pahalanya dihadiahkan kpd arwah leluhur.


○Dhangdang gendis :

Nulada laku utama tumrapipun wong agung tanah jawi. Kapati amarsudi sudahing hawa nafsu. Pinesu tapa brata ing dina tan pegat raketing sukma//Menteladani perbuatan baik orang agung ditanah jawa. Yg selalu berdoa mengendalikan hawa napsu. Setiap hari mendekatkan jiwa.


 Bersambung....NAPAK TILAS = Kesolehan sosial dlm berspiritual.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Whasila"

Posting Komentar