Napak Tilas
Napak Tilas
Sebagai tuan rumah dibumi, manusia & alam raya harus berinteraksi secara simbiotik mengingat sifat manusia ialah meminta (Berdoa) sedangkan sifat jagat raya ialah memberi (Mendoakan) & ini harus dilakukan dlm sebuah proses kosmik tanpa henti.
Sebagai wujud kesolehan sosial, sekarang kita sama sama tahu bahwa menapaktilasi maqom leluhur itu, selain sisa sisa kebudayaan kuna dari paham darwisme juga adalah sebuah fakta sosio historis & sosio culturil yang memang pernah ada & terjadi dimasa lalu bahkan hingga sekarang. Demikian juga dengan baju taqwa, tongkat musafir, batu akik sbg simbol" & atribut magis itu 'Sekarang sudah semakin menjauh' karena bukan standard quality bagi kalangan pengamal spiritual yang bersifat institusional.
Pelajaran berharga dari laku napak tilas itu berisi kurikulum kehidupan melihat mendengar & merasakan dengan buku/kitab panduannya Al-Qur'an Mubin yaitu kitab tersirat yang tergelar dijagat raya dengan hati nurani sebagai guru sejatinya. "Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri yg pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu"(QS 17 Al-Isro 14).
Bagi siswa yg berprestasi, setiap jiwa akan mendapatkan nilai ketenangan, kebahagiaan & keterang benderangan sedangkan bagi setiap jiwa yg mendapatkan nilai buruk dari hasil belajar kehidupannya akan mendapatkan nilai kesengsaraan, penderitaan & kegelapan.
Oleh sebab sebab itu, sebagai siswa yg baik, maka jiwa kita dituntut untuk selalu mengikuti mata pelajaran kehidupannya dengan tekun & teliti. Dengan sikap tekun & teliti itulah sang guru nurani siap menjelaskan ilmu pengetahuan semesta via kedalaman batin sang salik.
Dengan ilmu batin yg dimilikinya, manusia akan lebih arif dlm menerima "Realitas hidup & kehidupan didunia".

0 Response to "Napak Tilas"
Posting Komentar