Hakikat Keliwon

 Hakikat Keliwon

Ritual bengi juma kliwon sebagai birokrasi ketuhanan, ruh tradisi ini harus dibongkar rahasia yg menyelemutinya.

"Orang orang yg mereka seru itu mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhannya..."(QS.17 Al- Isro 57).


●Marilah kita hening sejenak dengan ber'Al-Fatiha, mengambil fokus (Konsentrasi) santai, tenang, sambil menyelami makna haqiki  kliwonan itu berdasarkan methodologi tanggap sasmita (Analitis global sintesis) yang yg sudah banyak menghasilkan bermacam macam ilmu pengetahuan manfaat (Hikmah) didalam dunia pendidikan spiritual kita & methodologi luar dunia ini bersifat rasional pula. Mengingat, ilmu pengetahuan itu dibentuk oleh ratio & pengetahuan indera (Empiris). 


Kemujaraban methodologi ini (Pencapaian) berkemampuan membongkar teori & misteri secara alami serta sangat jitu dalam melakukan pariabel kontrol teori & pengalaman (Jawa=Ngalami).


Sejatinya, dengan mendekatkan makna hukum multi dealektika dari kebudayaan nusantara, asset ruh tradisi yang kita miliki akan sanggup memberikan kpd kita suatu penguasaan tergadap 'The past' atau apa yang berlalu dari birokrasi ketuhanan bangsa kita.

● Penulis ingin mendisklaimer bahwa kita tdk tahu apa apa & kita bukan siapa siapa, semua yg ada di majlis Sabda Alam ini adalah siswa semesta.

Marilah kita mendekati tujuannya saja. Dalam terminologi cultural, Bengi artinya masalah (Akibat gelapnya hati & otak), kata Juma, memiliki arti berkumpul (Dalam majlis ilmu manfaat) sedangkan idiom pada kata Kliwon, mengandung arti besar. Suatu rangkaian kegiatan dimalam sakral yang sarat dengan vibrasi & energi magic yg kuat. 


Jika korelasinya dalam kehidupan sehari hari, kliwonan itu mengandung wujud interdependensi : Yaitu berkumpul bersama untuk menyelesaikan masalah besar yaitu hilangnya fitrah pada dimensi kemanusiaan. Mengapa? Jika dunia ini sebab, maka kehidupan akhirnya ialah akibat. Akibat hilangnya kesejatian fitrah itu ialah peran Ego yg memahkotakan Identitas serta tidak menjadikan makna kemanusiaan sebagai hak istimewa untuk diri sebagai pribadi. Oleh karena itu, mari kita membuat sebab sebab yang baik sehingga hidup & kehidupan kita pada akhirnya tidak terlalu banyak masalah.


Dengan menjamas jimat & pusaka agung (Otak & hati), yg dititipkan Gusti Allah kepada setiap diri kita masing masing, maka kepalsuan materialistik dapat kita waspadai dengan sikap yang awas!. Dengan demikian, ruang hayal, ruang nalar & ruang pikir dapat kita gunakan sesuai target manfaat.


●Akhirnya kita menjadi mengerti mengapa para pembangun keberhasilan masa depan (Asabiqunal awalun) giat berlatih memasuki dimensi vertikal & berani  mengambil kesimpulan atas realitas internal & eksternal? hasilnya dapat kita ketahui (Value) menyangkut kwalitas & manfaat untuk merebut rahasia makna siang & malam-Nya yg telah berabad abad dilakukan oleh para pendukung kecerdasan & akhlak ini.


●Pada periode lubang jarum diabad izasah, dapat kita saksikan gejolak emosi masyarakat secara global. Kita bersama sama memasang telinga & mata untuk menyaksikan gejolak ketidaksesuaian. Apa yg diyakini sangat jauh berbeda dengan apa yang dihadapi. Masalahnya, lisan yang terucap tidak sesuai dengan perbuatan yang terungkap & masih berupa tanda tanya.

●Sebagai makhluk spiritual yang dijelmakan oleh Gusti Allah menjadi makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian. Kita harus saling kenal mengenal (Ta'aruf) untuk bekerja sama & sama sama bekerja dengan orang lain (Ta'awun).


Swarga ginawe ayu.

Siswa Sabda Alam : TORI

Bersambung.... (Sabda Alam//Pengucapan hidup semesta).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hakikat Keliwon"

Posting Komentar